Nongkrong, 24 Pelajar SLTA Terjaring

 SUARA MERDEKA

Jumat, 23 Agustus 2002

Sala

Nongkrong, 24 Pelajar SLTA Terjaring

  • Terpaksa Membolos karena Terlambat
TERJARING RAZIA: Sebanyak 24 siswa terjaring operasi penertiban pelajar yang dipimpin Kasat Bimmas Iptu Endang Srihastuti di Plasa Klaten, kemarin.(Foto:Suara Merdeka/F5-51)

KLATEN– Dua puluh empat pelajar SLTA dari berbagai sekolah di Klaten terjaring operasi penertiban yang digelar Satuan Bimmas Polres, Kamis kemarin.

Mereka ditangkap karena berada di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung dengan mengenakan seragam. Seorang di antara mereka adalah siswa perempuan.

Para pelajar itu ditemukan sedang nongkrong di sekitar Plasa Klaten. Mereka masih memakai seragam sekolah lengkap dengan tas berisi buku pelajaran.

Sekitar pukul 10.00, 10 personel aparat Polres Klaten terdiri atas satuan Bimbingan Masyarakat (Bimmas) dan Pamapta yang dipimpin Kasat Bimmas Iptu Endang Srihastuti, mulai mengadakan operasi penertiban pelajar.

Rombongan menuju beberapa lokasi yang disinyalir sering digunakan untuk nongkrong anak-anak yang membolos sekolah. Ada tiga lokasi yang dituju, yakni sebuah toko swalayan di Bareng, Jl Pemuda, dan Plasa Klaten.

Di dua lokasi pertama tak ditemui pelajar. Namun, begitu tiba di depan Plasa Klaten, terlihat banyak pelajar nongkrong di lokasi itu. Dengan segera petugas mendekati pelajar-pelajar yang sedang asyik ngobrol itu dan langsung mengadakan razia.

Para pelajar yang membolos itu panik, tidak menyangka kalau polisi akan menangkap mereka. Dari operasi itu hanya 24 orang yang dapat ditangkap, sebagian lainnya melarikan diri dari kejaran petugas.

Mereka yang terjaring kemudian dibawa ke Polres untuk dibina. Para pelajar yang terjaring razia kemudian dimintai keterangan oleh petugas Bimmas.

Pernyataan

”Kami menggelar operasi penertiban pelajar di tiga lokasi, tapi hanya di Plasa Klaten ditemukan pelajar yang membolos. Mereka kami bawa ke sini untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Kasat Bimmas Iptu Endang Srihastuti didampingi stafnya, Bripka Samanto, di kantornya kemarin.

Rata-rata pelajar mengaku membolos karena sudah terlambat ketika tiba di sekolah, sehingga pintu gerbang sudah ditutup. Karena takut pulang, mereka menghabiskan waktu di sekitar plasa itu.

”Kami memberi tahu orang tua dan kepala sekolah mereka, agar mereka tahu. Kemudian para pelajar itu kami minta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Endang.

Menjelang tengah hari, para guru berdatangan untuk menjemput siswanya dan membuat pernyataan. Mereka yang terjaring operasi, di antaranya 6 siswa SMK 2 Klaten, 4 siswa SMK 1 Muhammadiyah, 2 siswa SMK Veteran, 2 siswa SMK Bina Dirgantara, dan 2 siswa SMK Petrus. SMU Kartika, SMK Kristen 4, SMK Kristen 1, SMK 3 Muhammadiyah, dan SMK Widya Prambanan masing-masing seorang. F5-51k)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s