FPU ( Formed Police Unit )

Oleh : AKP Endang Sri Hastuti ( Kasub Bag Prograr Bag Ren Polres Salatiga )

639af23831732d3cec36ca36df86cefd_XL

Sejumlah anggota peacekeeper mengangkat Kapolri Jenderal Pol Sutarman usai pembaretan di pantai Tanjung Pasir, Tangerang, kemarin (5/11). Sebanyak 140 anggota peacekeeper Polri yang dinamai Format Personel Unit 6 (FPU 6) akan diberangkatan ke Sudan pada 26 November mendatang, dalam misi Perdamaian PBB di United Nation Hybrid African Mission in Darfoor (UNAMID).

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sama-sama memiliki pasukan perdamaian yang kerap dikirim ke Luar Negeri untuk membantu misi kemanusiaan PBB. Namun, ada beberapa perbedaan antara pasukan penjaga perdamaian yang dimiliki Polri dengan TNI. “Militer yakni TNI juga dikirim ke Sudan. Tapi, tugas Polri beda dengan mereka (TNI), FPU bertugas menjaga perdamaian, tapi dengan fungsi dan tugas kepolisian yakni menjaga dan melindungi rakyat yang ada di sana,

BARET 1

Sebanyak 140 personel Formed Police Unit Indonesia VI bersiap di Pos AL tanjung Pasir Tangerang untuk melakukan tradisi pembaretan.

Selain itu, penjaga perdamaian Polri yang dinamai Formed Police Unit (FPU) juga bertugas melindungi pengungsian dan mengembalikan agar hukum bisa berjalan dengan normal. “Jadi tugas Polri dan TNI berbeda. Kalau TNI bertugas memberi bantuan militer,”

BARET 2

FPU merupakan personel Polri yang akan menjadi polisi perdamaian PBB dan dikirimkan ke daerah konflik di Sudan.

Konsep FPU sendiri adalah sebuah pasukan dalam ikatan kompi (SSK) yang mempunyai kelebihan di daerah missi, kelebihan tersebut adalah : Rapid Deployment yaitu perpindahan tugas yang cepat dalam mengatasi problem keamanan, artinya siap ditugaskan di daerah missi tertentu secara cepat tergantung ekskalasi keamanan, Riot Control kemampuan pengendalian massa yang tidak dipunyai polisi umum biasa, Urban War yaitu teknik dan taktik pertempuran kota, Freed Hostages pembebasan sandera, dan kemapuan mengatasi High Intense Criminal yaitu kriminalitas tingkat tinggi yang menggunakan Heavy Weapon/arms, jadi sudah tergambar bahwa kepolisian Indonesia yang mempunyai kemampuan ini adalah Brigade Mobil. Sedangkan pasukan pendukung FPU yang akan turut serta nanti juga orang – orang terbaik dari bagiannya masing – masing, untuk dokter yang berangkat adalah seorang ahli bedah, dari komlek seorang perwira adalah seorang ahli komunikasi lulusan ITB, untuk logistik dipersiapkan seorang ahli mekanik yang terbaik.

BARET 6

Kapolri Jenderal Sutarman memasangkan baret kepada AKBP Bambang Wijanarko Komandan Satgas Formed Police Unit Indonesia 6 di Pos AL Tanjung Pasir Tangerang .

Pasukan FPU 6 yang baru melakukan pembaretan rencanamya akan diberangkatkan 26 November 2013. Sebelum diberangkatkan, pasukan berjumlah 140 orang itu sudah menjalani latihan intens selama dua bulan.”Oleh karenanya kita harus menyiapkan secara baik karena negara yang akan dituju adalah baru bagi mereka. Kita melakukan pelatihan dari kemampuan bahasa, kemampuan fisik, kemampuan taktik dan teknis yang akan dibutuhkan untuk melindungi masyarakat yang ada di sana,”.

pembaretan-pbb-7-131105b

Kapolri Jenderal Sutarman memberikan ucapan selamat kepada anggota Formed Police Unit usai acara pembaretan.

FPU 6 juga menyiapkan peralatan yang lengkap mulai dari alat komunikasi, alat masak, persenjataan dan alat-alat lain termasuk alat perorangan dalam rangka perlindungan diri. “Mereka dikirim bukan hanya memberikan perlindungan dan pelayanan. Kita juga memiliki bertugas mengembalikan keaadaan masyarakat pada keadaan damai dan mengembalikan negara dalam posisi normal, hukum bisa ditegakan, konflik bisa dihilangkan dan sistem pemerintahan bisa berjalan dengan baik,”

fpu-1-131105c

Polri juga memiliki pasukan yang membawa misi perdamaian PBB. Formed Poice Unit Indonesia VI merupakan pasukan polisi yang siap dikirim ke daerah konflik di Darfur, Sudan.

Usai melakukan tradisi pembaretan pada Pasukan Perdamaian FPU VI (Peace Policekeeper), Kapolri Jenderal  Komjenpol Sutarman ( Kapolri ) langsung disuguhi atraksi menarik dari 150-an pasukan FPU VI.

di lokasi, para pasukan FPU VI melakukan yel-yel yang enerjik sekitar lima menit. Kemudian mereka melanjutkan dengan Tarian Sajojo secara serentak diiringi musik keras dari sound system.

fpu-3-131105c

Dalam mengatasi unjuk rasa para anggota FPU Indonesia VI yang akan bertugas di Darfur Sudan juga lebih mengedepankan tindakan persuasif.

fpu-5-131105c

Kesiagaan menjadi modal utama anggota FPU Indonesia VI dalam menjalankan misi perdamaian.

Sesaat tarian akan dimulai, beberapa orang pasukan baret biru itu berteriak memanggil Komjenpol Sutarman untuk menari bersama-sama. Tanpa canggung,  Komjenpol Sutarman dan beberapa perwira tinggi lainnya ikut maju dan menari bersama pasukan-pasukan itu.

“Ayo Pak Kapolri maju!,” kata salah seorang komandan pleton pasukan yang memimpin Tarian Sajojo di Pantai Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Selasa (5/11).

Cuaca yang panas dan gerah membuat acara itu semakin meriah. Wajah Kapolri baru itu tampak memerah karena sengatan matahari. Komjenpol Sutarman berusaha mengikuti gerak-gerik tarian yang temponya semakin cepat, meski terlihat tak terlalu mahir.

saat-kapolri-menari-sajojo-bersama-pasukan-perdamaian-sudanKomjenpol Sutarman ( Kapolri ) menari bersama, Usai melakukan tradisi pembaretan pada Pasukan Perdamaian FPU VI (Peace Policekeeper)

Sumber : http://indo-defense.blogspot.com/2013/11/berita-foto-proses-pembaretan-satgas-fpu.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s