Kisah Bripda Eka, Polwan yang “Nyambi” Jadi Tukang Tambal Ban

SALATIGA, KOMPAS.com — Menjadi polisi bukanlah impian Bripda Eka Yuli Andini (19), anggota Sabhara Polresta Salatiga. Dengan ayah yang hanya seorang tukang tambal ban dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa, rasanya sulit bagi sulung dua bersaudara dari pasangan Sabirin (49) dan Darwanti (40) ini untuk menjadi polisi. Dengan pendapatan ayah yang pas-pasan, bisa mengenyam pendidikan SMK saja sudah merupakan anugerah buat Eka. Terlebih lagi, sudah menjadi anggapan masyarakat, menjadi polisi membutuhkan uang yang banyak. “Awalnya, bapak ibu sempat mikir-mikir, takut kalau dikenai biaya. Kalau orang umum mandangnya kan harus bayar berapa ratus juta gitu kan?” kata Bripda Eka, saat ditemui Kompas.com, Rabu (25/2/2015) sore, di bengkel milik ayahnya, di Jalan Veteran, simpang empat Pasar Sapi, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Ketertarikan Eka menjadi polisi berawal dari sosialisasi penerimaan polwan yang dilakukan oleh Polresta Salatiga di SMKN 2 Salatiga, tempatnya sekolah. Saat itu, disampaikan bahwa menjadi polisi tidak dipungut biaya. Ada perasaan bimbang antara mendaftar sebagai polwan atau mewujudkan cita-citanya bekerja di dunia broadcasting sesuai jurusan yang diambilnya di SMK, yakni Teknik Komputer dan Jaringan. “Saya kepenginnya kerja di broadcasting di televisi nasional karena saya suka animasi dan editing. Tapi, saat ada sosialisasi penerimaan polwan dikatakan gratis, dalam hati, saya pengen juga jadi polisi,” kata dia. Awalnya, Eka mengaku tidak percaya diri karena hanya memiliki tinggi badan 156 sentimeter. Namun, karena dorongan kuat dari teman-teman satu sekolah dan guru-gurunya, akhirnya Eka memberanikan diri mengikuti proses seleksi Secaba Polri di Semarang. “Akhirnya daftar juga meskipun sempat minder karena tinggi badan saya ngepres. Saat itu, saya daftar bareng satu sekolah ada 20 orang. Alhamdulillah, ada dua yang diterima, salah satunya saya,” ujar Eka. Tidak hanya lolos sebagai calon anggota polwan saat itu, Bripda Eka juga termasuk siswa yang berprestasi selama menjalani pendidikan Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Pusdik Binmas Lemdikpol, Banyubiru, Ambarawa. Dia meraih prestasi peringkat ketujuh dari 7.000 peserta saat pendidikan kepolisian se-Indonesia tersebut. “Motivasi saya hanya satu, ingin membantu ekonomi keluarga dan mengangkat derajat orangtua,” kata dia. Saat ini, di sela kesibukannya berdinas di Kesatuan Sabhara Polresta Salatiga, Bripda Eka tetap tidak melupakan tugasnya membantu pekerjaan orangtua sebagai penambal ban. Terlebih lagi, ayahnya saat ini baru dirawat di RSUD Salatiga karena menderita kanker paru-paru. “Saya bergantian dengan adik dan ibu saya menjaga ayah di rumah sakit. Kalau ada yang nambal ban atau isi angin, tetap saya layani,” ujar Eka

Bengkel tambal ban sekaligus rumah yang ditinggali Bripda Eka Yuli Andini (19) bersama keluarganya terbilang kurang layak. Rumah yang terletak di Jalan Veteran, Pasar Sapi, Salatiga, ini hanya berukuran 6 x 6 meter. Dindingnya dari papan dan lantai plesteran menghitam akibat ceceran oli.

Di rumah itu, ada dua kamar berpintu gorden yang menjadi tempat istirahat Eka bersama adik dan kedua orangtuanya. Tidak ada ruang tamu atau ruang keluarga di sana. Kamar tidur tanpa ventilasi itu langsung berbatasan dengan ruang tamu yang penuh dengan peralatan bengkel dan onderdil kendaraan. Rumah kontrakan Bripda Eka juga tidak mempunyai halaman. Teras berukuran 2 x 3 meter difungsikan sebagai tempat kerja ayahnya untuk menambal ban. Tempat itu langsung berbatasan dengan trotoar jalan raya. “Rumah ini kontrak per tahunnya Rp 2 juta, kata ibu. Selama tinggal di sini, pernah kebanjiran tiga kali. Air saat itu meninggi selutut,” kata Bripda Eka yang ditemui, Rabu .Polwan salatiga

Polwan salatiga2

Polwan salatiga3

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2015/02/26/09423971/Kisah.Bripda.Eka.Polwan.yang.Nyambi.Jadi.Tukang.Tambal.Ban.1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s